News

Dilempari Telur Busuk dan Minuman Ringan, Beginilah Sikap Polisi Tangani Masa

283
×

Dilempari Telur Busuk dan Minuman Ringan, Beginilah Sikap Polisi Tangani Masa

Sebarkan artikel ini
Dilempari Telur Busuk dan Minuman Ringan, Beginilah Sikap Polisi Tangani Masa
Kesal dihalang halangi petugas, warga kampung Ancol Cineam Kab Tasikmalaya ini akhirnya adu jotos dengan sejumlah anggota Dalmas dari Polres Kab Tasikmalaya di depan kantor ATR /BPN Kab Tasikmmalaya, Kamis (31/08 )

TASIKMALAYA (CAMEON) – Setelah dua hari menggelar tenda di depan kantor BPN Kab Tasikmalaya, warga kampung Ancol Kec Cineam Kab Tasikmalaya, Kamis (31/08) kembali menuntut hak mereka kepada Kepala BPN Tasikmalaya, Lilis Ismaya Tuty, SH atas dokumen dari tim apraisal pembelian tanah mereka untuk mega proyek bendungan Leuwikeris.

Seperti sudah bisa ditebak Kepala BPN Kab Tasikmalaya ini tidak bisa menjelaskan maupun memberikan hasil dari berita acara apraisal pembelian tanah warga, karena menurutnya sudah bukan lagi kewenangannya untuk memberikan dokumen tersebut.

Massa yang memang tidak bisa menerima pernyataan Kepala ATR/BPN ini tetap ngotot meminta bukti asli dari Tim apraisal pembelian tanah mereka, saat itulah seseorang melemparkan minuman dan sebuah telor busuk ke arah petugas, terpancing dengan aksi massa ini petugas pun mendorong massa dengan sikap tegas, sempat terjadi aksi pukul antara petugas dan sejumlah pengunjuk rasa namun tidak berlangsung lama.

Massa menyesalkam tindakan refresif dari aparat Kepolisian yang menyebabkan beberapa pengunjuk rasa mengerang kesakitan karena terkena hantamam dan tendangan petugas.

“Saya sangat menyayangkan tindakan petugas, bukannya memediasi kami dengan kepala BPN malah membuat kami menjadi bulan bulanan mereka,” ujar Epi Hilman korlap aksi.

Beberapa saat kemudian perwakilan massa diterima oleh BPN dan Pemkab Tasikmalaya, namun sayang diduga karena shock Kepala BPN pun enggan menemui mereka dan akhirnya tidak ditemukam solusi bagi para pengunjuk rasa.

“Ya selama pihak BPN enggan menemui kami dan tidak bisa mmperlihatkan hasil kajian Tim Apraisal ya pasti tidak akan pernah ada solusi dan kita tetap akan menuntut hak kita,” pungkas Epi. (dzm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *