News

Di Era Yuldi Yusman, Imigrasi Catat Rekor PNBP Rp10,4 Triliun

53
×

Di Era Yuldi Yusman, Imigrasi Catat Rekor PNBP Rp10,4 Triliun

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (CM) — Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat capaian kinerja signifikan selama masa kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman.

Salah satu capaian utama adalah penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang mencapai Rp10,4 triliun hingga Desember 2025.

Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Imigrasi. Angka tersebut juga melampaui target PNBP tahun 2025 sebesar Rp6,55 triliun atau setara 155 persen dari target yang ditetapkan.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian tersebut juga meningkat sekitar 18 persen dari PNBP tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp8,62 triliun.

Tingginya penerimaan negara tersebut didorong oleh meningkatnya layanan keimigrasian kepada masyarakat maupun warga negara asing. Sepanjang tahun 2025, Direktorat Jenderal Imigrasi menerbitkan lebih dari 4 juta paspor, 7,5 juta visa, serta 1,3 juta izin tinggal.

Selain berkontribusi terhadap penerimaan negara, Imigrasi juga memperkuat fungsi pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian.

Sepanjang tahun 2025, Imigrasi mengeksekusi 16.006 tindakan administratif keimigrasian serta menangani 136 perkara tindak pidana keimigrasian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 68 tersangka telah memperoleh putusan pengadilan.

Pelaksanaan pengawasan dilakukan melalui berbagai operasi keimigrasian, termasuk Operasi Wira Waspada yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Selain itu, patroli keimigrasian juga dilakukan di sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan pelanggaran yang tinggi.

Dalam sejumlah operasi tersebut, petugas menemukan berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara asing, seperti penyalahgunaan izin tinggal, penggunaan sponsor fiktif, hingga masuk ke wilayah Indonesia secara tidak sah.

“Penegakan hukum keimigrasian merupakan bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan negara. Kami memastikan bahwa setiap warga negara asing yang berada di Indonesia mematuhi ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yuldi Yusman.

Selain pengawasan langsung, penegakan hukum keimigrasian juga diperkuat melalui sejumlah program kolaboratif seperti Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), Desa Binaan Imigrasi, serta Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan Pengungsi.

Program tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengelola penginapan atau hotel, perangkat desa, hingga pemerintah daerah.

Di bidang pelayanan publik, Ditjen Imigrasi juga terus melakukan transformasi layanan berbasis teknologi. Salah satu inovasi yang diluncurkan adalah aplikasi deklarasi kedatangan internasional All Indonesia, yang mengintegrasikan layanan imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina dalam satu sistem digital.

Inovasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses kedatangan penumpang internasional di berbagai pintu masuk Indonesia.

Selain itu, Ditjen Imigrasi juga memperkenalkan kebijakan Global Citizen of Indonesia (GCI), yakni pemberian izin tinggal tetap tanpa batas waktu bagi warga negara asing yang memiliki keterikatan dengan Indonesia, seperti mantan WNI, keturunan WNI, maupun pasangan WNI.

Kebijakan ini diharapkan dapat membuka peluang kontribusi yang lebih luas dari diaspora dan individu yang memiliki hubungan historis dengan Indonesia.

Sejumlah inovasi lain juga diperkuat, antara lain penerapan teknologi autogate di sejumlah bandara internasional, penggunaan body camera oleh petugas imigrasi, serta pembentukan Passenger Analysis Unit (PAU) untuk meningkatkan kemampuan analisis pergerakan penumpang secara real-time di Tempat Pemeriksaan Imigrasi.

Di sisi lain, Ditjen Imigrasi juga memperluas jangkauan layanan dengan menambah 18 kantor imigrasi baru di berbagai wilayah Indonesia. Dengan penambahan tersebut, total kantor imigrasi kini mencapai 151 unit.

Langkah ini dilakukan untuk mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan orang asing hingga ke daerah.

Menjelang berakhirnya masa tugasnya sebagai Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Imigrasi di pusat maupun daerah atas kerja keras yang telah dilakukan.

“Seluruh capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh insan Imigrasi di Indonesia. Ke depan, saya berharap fondasi yang telah dibangun dapat terus diperkuat sehingga Imigrasi semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi negara,” kata Yuldi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *