News

Cegah Stunting, Dinkes Kab. Tasik Libatkan Ormas

155
×

Cegah Stunting, Dinkes Kab. Tasik Libatkan Ormas

Sebarkan artikel ini

TASIKMALAYA (CM) – Dalam mendukung kesehatan dan perbaikan gizi di Indonesia khususnya mengatasi stunting, Direktorat Gizi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerjasama dengan organisasi Forum Masyarakat Madani Tasikmalaya, serta para tokoh masyarakat menggelar Workshop Penyamaan Persepsi Penanggulangan Stunting, di City Hotel, Kamis (27/06/2019).

Peserta yang dilibatkan dari Forum Masyrakat Madani Tasikmalaya, yakni Hj. Neng Madinah beserta para anggota pengurus, para dokter puskesmas, para kader, 10 desa lokus di 6 kecamatan (Sukahening, Cikatomas, Jatiwaras, Sukaresik, Salopa, Puspahiang).

Dalam kegiatan disebutkan bahwa stunting adalah masalah pembangunan yang kompleks, dan terkait dengan kemiskinan, kelaparan serta kurang gizi, kesehatan ibu dan anak, pendidikan, kondisi lingkungan dan sanitasi. Kemudian, keamanan, pangan dan gizi. Penanggulangan stunting memerlukan kerjasama lintas sektor, lintas disiplin serta lintas pelaku.

Plt. Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dr. Faisal Soeparianto menjelaskan, pemerintah dan organisasi kemasyarakatan harus bisa menurunkan angka stunting. “Adapun keluarga pertama pada 1.000 hari pertama, kehidupan ini yang paling penting. Adanya stunting disebabkan mulai saat terganggunya kehamilan, yang dimulai dari air susu dini yang tidak dimanfaatkan, atau ASI tidak dimanfaatkan selain dari makanan tambahan yang kurang,” jelasnya.

Masalah stunting, menurutnya, telah menjadi komitmen bersama pemerintah pada pembangunan nasional sekaligus pada pembangunan di tingkat global. Pemerintah, baik pusat, provinsi dan kabupaten atau kota, bertanggung jawab atas pencegahan dan penanggulangan stunting.

Untuk itu, lanjut ia, pemerintah perlu memastikan program lintas sektor yang dilaksanakan secara konvergen dan efektif. Namun demikian, upaya ini masih mengahadapi berbagai tantangan diantaranya perbedaan persepsi.

“Antara pihak terkait terhadap masalah stunting dan masalah gizi, koordinasi, dan kualitas terhadap pada SDM. Kaitan dengan ini, organisasi kemasyarakatan dan lintas sektor dapat membantu mengatasi masalah pemahaman dan mendukung perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi program penanggulangan stunting oleh pemerintah, khususnya pada tingkat wilayah kabupaten,” papar Faisal.

Dalam hal ini melakukan pendampingan kepada pemerintah kabupaten dalam mengelola program penanggulangan stunting di berbagai wilayah di Kabupaten Tasikmalaya. (anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *