News

Yusup Soleh Subagja, Hafiz Al-Qur’an Anak Petani yang Menembus Akpol

59
×

Yusup Soleh Subagja, Hafiz Al-Qur’an Anak Petani yang Menembus Akpol

Sebarkan artikel ini
Hafiz Al-Qur’an, Yusup Soleh Subagja, Putra Petani Majalengka yang Berhasil Lolos Akpol 2026.

MAJALENGKA (CM) – Kegagalan pada 2024 dan 2025 tak memadamkan cita-cita Ananda Yusup Soleh Subagja untuk menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia. Putra seorang petani kecil dari Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, itu akhirnya dikukuhkan sebagai Bhayangkara Taruna dalam Wisuda Prabhatar Akademi TNI dan Kepolisian 2026 di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 8 Oktober 2026.

Pencapaian tersebut menjadi buah dari perjuangan panjang Yusup. Ia harus melewati seleksi ketat, mulai dari kemampuan fisik hingga penguasaan pengetahuan. Dua kali gagal tak membuatnya menyerah. Sebaliknya, pengalaman itu menjadi pelecut untuk kembali mempersiapkan diri dan mengejar impiannya.

Rutinitasnya pun dijalani dengan disiplin. Setelah menunaikan salat Subuh, Yusup melanjutkan kegiatan dengan belajar, kemudian berlatih fisik secara teratur. Ia menjaga konsistensi itu demi satu tujuan: membanggakan kedua orang tuanya.

Yusup tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya, Edi Jubaedi, bekerja sebagai petani, sedangkan ibunya, Kokom Komalawati, berjualan kecil-kecilan. Di tengah keterbatasan ekonomi, keduanya membesarkan Yusup dengan dukungan dan doa. Ia juga dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an atau hafiz.

Kini, perjuangan tersebut mengantarkannya menjadi bagian dari Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 61. Pengukuhan sebagai Bhayangkara Taruna menandai satu tahap penting dalam perjalanan pendidikannya sebelum kelak menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Ucapan selamat dan apresiasi pun datang dari berbagai kalangan. Bagi masyarakat Majalengka, capaian Yusup menjadi kebanggaan tersendiri. Perjalanan seorang anak petani yang bangkit setelah dua kali gagal itu menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.

Meski telah meraih pencapaian penting, Yusup tetap diharapkan menjaga kerendahan hati dan mengingat orang-orang yang mendukungnya. Di balik keberhasilannya, ada ketekunan, pengorbanan, serta doa kedua orang tua yang terus mengiringi langkahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *