NewsOlahraga

SOR Kaliki Telan Anggaran Besar, KONI Minta Standar Nasional

40
×

SOR Kaliki Telan Anggaran Besar, KONI Minta Standar Nasional

Sebarkan artikel ini
Sekretaris KONI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna.

KAB. TASIK (CM) – Rencana melanjutkan pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Stadion Kaliki di Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, membawa tuntutan besar. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tasikmalaya meminta proyek yang menyerap anggaran daerah dalam jumlah besar itu menghasilkan fasilitas yang berkualitas dan tahan lama.

Sekretaris KONI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna, mengatakan pembangunan SOR Kaliki harus dikerjakan dengan standar yang jelas. Menurut dia, kualitas bangunan akan menjadi ukuran keberhasilan proyek sekaligus bagian dari warisan kepemimpinan Bupati Tasikmalaya.

“Pembangunan SOR Kaliki ini menggunakan anggaran yang sangat besar. Hasilnya harus maksimal. Jangan sampai kualitas lapangan atau material yang digunakan tidak mumpuni. Ini bisa mencoreng legacy Bupati Tasikmalaya,” kata Nana, Kamis, 8 Oktober 2026.

Nana menilai Kabupaten Tasikmalaya memiliki contoh fasilitas olahraga yang layak dijadikan pembanding. Ia menunjuk Lapangan Sakti Lodaya di Kecamatan Cisayong yang berstatus fasilitas tingkat desa, tetapi mampu mempertahankan kualitas lapangan meski menghadapi musim kemarau panjang.

“Masa stadion tingkat kabupaten kualitasnya kalah dengan Lapangan Sakti Lodaya yang tingkat desa? Di sana rumputnya terawat, tetap hijau saat kemarau, empuk, dan nyaman digunakan,” ujarnya.

Karena itu, KONI meminta pelaksana proyek SOR Mangunreja mematuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Pengawasan, kata Nana, harus dilakukan sejak pengerjaan lapangan utama hingga fasilitas pendukung, termasuk lintasan lari.

Bagi KONI, kualitas SOR Kaliki tidak hanya menyangkut tampilan fisik. Fasilitas tersebut akan menjadi salah satu penopang pembinaan atlet Kabupaten Tasikmalaya.

Jika dibangun dengan standar yang memadai, SOR Kaliki dapat menjadi pusat latihan dan pertandingan yang mendorong atlet daerah bersaing di level regional hingga nasional. Sebaliknya, fasilitas yang dibangun tanpa memperhatikan kualitas justru berisiko membebani anggaran untuk perbaikan di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *