News

Mahasiswa KPI UNIK Cipasung Dibekali Etika Jurnalistik Sebelum Terjun ke Dunia Kerja

510
×

Mahasiswa KPI UNIK Cipasung Dibekali Etika Jurnalistik Sebelum Terjun ke Dunia Kerja

Sebarkan artikel ini

KAB. TASIK (CM) – Sebanyak 31 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah Universitas Islam K.H. Ruhiat Cipasung (UNIK Cipasung) Tasikmalaya dibekali pengetahuan jurnalistik dan etika profesi sebelum menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Gedung Pascasarjana UNIK Cipasung, Selasa, 01 September 2026.

Para mahasiswa akan menjalani PPL selama dua bulan, mulai 3 September hingga 3 November 2026, di sejumlah lembaga mitra dan instansi media.

Praktisi media Deden Rahadian yang menjadi pemateri dalam kegiatan itu mengingatkan mahasiswa agar memahami batas antara kerja jurnalistik dan penyalahgunaan profesi wartawan. Menurut dia, perkembangan media digital membuat informasi semakin mudah diproduksi dan disebarkan, tetapi sekaligus meningkatkan tuntutan terhadap profesionalisme jurnalis.

Ia menyinggung sejumlah kasus oknum yang mengatasnamakan wartawan untuk kepentingan tertentu. Salah satunya insiden di Sukabumi, ketika seorang pria mengenakan kartu pers mendatangi sebuah sekolah dan kemudian videonya beredar di media sosial.

“Mahasiswa sebagai generasi penerus harus memahami Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan ikut menyosialisasikan praktik jurnalistik yang produktif serta profesional. Jangan sampai ada penyalahgunaan nama atau profesi wartawan,” kata Deden.

Ketua Program Studi KPI UNIK Cipasung, Dr. Istianah, mengatakan materi jurnalistik dan media digital diberikan untuk menyesuaikan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja. Kurikulum KPI mencakup tiga profil lulusan, yakni Islamic public speaking, writing, dan Islamic broadcasting.

Menurut Istianah, ketiga kompetensi tersebut kini saling beririsan dengan perkembangan teknologi digital. Dakwah tidak lagi hanya disampaikan di mimbar, tetapi juga melalui berbagai platform digital. Begitu pula kemampuan menulis dan penyiaran yang membutuhkan pemahaman terhadap karakter media baru.

“Penerapan dakwah saat ini sudah memanfaatkan media digital, begitu pula dengan keterampilan menulis jurnalistik serta penyiaran Islam,” ujar Istianah.

Selain materi jurnalistik, mahasiswa mendapat pengarahan mengenai teknis PPL, penyusunan laporan, serta etika selama berada di lembaga mitra. Kampus meminta mahasiswa menjaga sikap profesional dan nama baik almamater selama menjalani praktik.

Pembekalan tersebut menjadi tahap awal sebelum mahasiswa berhadapan langsung dengan lingkungan kerja. Kampus berharap pengalaman selama PPL tidak hanya memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga membentuk mahasiswa yang memahami etika, tanggung jawab, dan integritas profesinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *