News

Bupati Tasikmalaya Kenang Iyep Yudiana, ASN yang Tewas Saat Selamatkan Bocah di Pantai

67
×

Bupati Tasikmalaya Kenang Iyep Yudiana, ASN yang Tewas Saat Selamatkan Bocah di Pantai

Sebarkan artikel ini

KAB.TASIK (CM) – Libur Hari Raya Idulfitri menyisakan duka bagi keluarga Iyep Yudiana (47), aparatur sipil negara asal Bogor, Jawa Barat.

Ia meninggal dunia setelah berusaha menyelamatkan seorang anak yang hampir tenggelam di Pantai Padabumi, Pamoyanan Cimanuk, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Iyep meninggal setelah kehabisan napas saat menolong seorang anak bernama Panji Raspati (7), pelajar asal Cianjur. Panji berhasil diselamatkan oleh tim SAR dan dibawa ke darat.

Peristiwa tersebut bermula ketika Panji berenang bersama keluarganya di Pantai Padabumi. Saat itu Panji sempat diperingatkan oleh kakaknya agar tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai.

Namun peringatan tersebut tidak diindahkan hingga akhirnya Panji terseret arus laut. Melihat kejadian itu, Iyep langsung bergegas masuk ke laut untuk menyelamatkan korban, sementara ayah Panji meminta bantuan kepada orang-orang di sekitar pantai.

“Jadi korban ini bergegas saat melihat ada anak tenggelam. Dia langsung lari masuk air dan anak itu berhasil diselamatkan. Tim SAR juga turun membantu evakuasi,” kata Kasat Polairud Polres Tasikmalaya Iptu Agus Kasdili kepada detikJabar, Rabu (23/3/2026).

Menurut Agus, saat proses evakuasi berlangsung, Panji lebih dulu dibawa ke pinggir pantai oleh tim SAR. Sementara Iyep sempat tenggelam sebelum akhirnya ditemukan oleh petugas.

“Iyep sempat tenggelam sebelum akhirnya ditemukan tim SAR. Dia sempat diberikan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong,” ujar Agus.

Panji kemudian dilarikan ke RSUD KHZ Musthafa Singaparna untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini kondisi bocah tersebut dilaporkan mulai membaik.

“Iyep sudah dimakamkan dan kondisi Panji sudah sadar di RSUD KHZ Musthafa,” kata Agus.

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Iyep. Cecep mengaku mengenal korban sejak kecil karena berasal dari kampung yang sama di wilayah Panca Tengah.

“Saya berbela sungkawa atas wafatnya Iyep. Dia adik kelas saya waktu SD, teman baik di kampung. Tetapi memang Iyep bekerja di Bogor sebagai perawat, kemarin dia berwisata bersama keluarganya sekalian mudik ke kampung,” kata Cecep.

Cecep mengaku sempat melayat ke rumah keluarga korban dan menyambut kedatangan jenazah Iyep saat dibawa pulang ke kampung halamannya.

“Saya sambut jenazahnya karena kebetulan sedang pulang ke kampung orang tua. Saya dapat kabar dan langsung takziah,” ujarnya.

Ia juga mengimbau wisatawan agar tidak berenang di lokasi yang dilarang, terutama di kawasan pantai selatan Tasikmalaya yang dikenal memiliki karakter ombak besar serta kondisi pantai yang curam dan berbatu.

“Pantai selatan Tasik itu kurang bersahabat untuk renang. Main pasir atau menikmati alam boleh, tapi kalau berenang harus dalam pengawasan dan di titik-titik yang sudah ditentukan,” kata Cecep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *