News

Macet 12 Km di Jalur Gentong, Pemudik Turun dari Mobil hingga Pedagang Raup Untung

67
×

Macet 12 Km di Jalur Gentong, Pemudik Turun dari Mobil hingga Pedagang Raup Untung

Sebarkan artikel ini

KAB.TASIK (CM) – Kemacetan panjang terjadi di jalur Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, saat arus mudik Lebaran 2026. Antrean kendaraan bahkan mencapai sekitar 12 kilometer dan membuat ribuan pemudik harus bersabar menunggu perjalanan kembali lancar.

Di tengah kepadatan kendaraan, sebagian pengendara memilih mematikan mesin untuk menghemat bahan bakar. Ada juga yang turun dari kendaraan untuk sekadar meluruskan kaki atau mencari udara segar setelah berjam-jam terjebak macet.

Beberapa keluarga terlihat tetap bertahan di dalam mobil sambil menikmati bekal yang dibawa dari rumah. Bekal makanan tersebut menjadi penyelamat saat kendaraan tidak bergerak dalam waktu lama.

Anak-anak yang ikut dalam perjalanan juga tampak mulai rewel karena terlalu lama berada di dalam kendaraan. Orang tua berusaha menenangkan mereka sambil menunggu arus lalu lintas kembali bergerak.

Di sisi lain, kemacetan panjang ini justru membawa berkah bagi sebagian warga sekitar. Banyak pedagang dadakan muncul di pinggir jalan menawarkan minuman, makanan ringan hingga rokok kepada para pengendara.

“Alhamdulillah ramai, kalau macet seperti ini bisa jualan lebih banyak dari biasanya,” kata salah seorang pedagang di kawasan Ciawi.

Harga barang yang dijual pun bervariasi dan cenderung lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Namun, kondisi perjalanan yang tidak menentu membuat banyak pemudik tetap membeli kebutuhan tersebut.

Meski pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif menuju Singaparna hingga Garut Kota, masih banyak pemudik yang memilih tetap bertahan di jalur utama Gentong.

Beberapa faktor menjadi alasan, di antaranya minimnya informasi kondisi lalu lintas secara real-time, kekhawatiran tersesat di jalur alternatif, hingga anggapan bahwa jalur utama tetap lebih cepat.

Padahal dalam kondisi tertentu, jalur alternatif dinilai dapat memangkas waktu tempuh perjalanan.

Kemacetan di jalur Gentong sendiri bukan hal baru. Setiap musim mudik Lebaran, kawasan ini hampir selalu menjadi titik rawan antrean kendaraan.

Sejumlah faktor yang memicu kemacetan di antaranya kapasitas jalan yang terbatas, kondisi jalan yang menanjak dan berkelok, serta tingginya volume kendaraan dalam waktu bersamaan.

Selain itu, belum optimalnya jalur alternatif juga membuat arus kendaraan tetap menumpuk di jalur utama.

Para pemudik berharap ke depan ada solusi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan di jalur tersebut, seperti pelebaran jalan di titik rawan, pembangunan jalur baru, serta pengaturan kendaraan berat pada waktu tertentu.

Kemacetan panjang di jalur Gentong Tasikmalaya pada masa mudik Lebaran menjadi gambaran dinamika perjalanan masyarakat yang ingin pulang kampung. Meski harus menghadapi perjalanan panjang dan melelahkan, para pemudik tetap berharap dapat tiba dengan selamat di kampung halaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *