News

Cegah Stunting dari Dapur, Universitas Perjuangan Tasikmalaya Kembangkan Rolade Ayam Kelor

58
×

Cegah Stunting dari Dapur, Universitas Perjuangan Tasikmalaya Kembangkan Rolade Ayam Kelor

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Universitas Perjuangan Tasikmalaya terus mendorong inovasi berbasis potensi lokal untuk menjawab persoalan sosial di daerah. Salah satunya melalui pengembangan pangan fungsional berbahan daun kelor sebagai upaya pencegahan stunting.

Inovasi tersebut digagas oleh dosen Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Dr Ir Ristina Siti Sundari MP, yang mengolah daun kelor menjadi rolade ayam. Produk ini ditujukan sebagai alternatif makanan bergizi yang mudah diterima anak-anak.

Gagasan tersebut berangkat dari masih tingginya angka stunting di wilayah Tasikmalaya. Data menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 27,5 persen, sementara di Kota Tasikmalaya masih berada di atas ambang batas aman yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Dr Ristina bersama tim memperkenalkan pemanfaatan daun kelor sebagai sumber pangan lokal bernilai gizi tinggi dan mudah dijangkau masyarakat.

Daun kelor diketahui mengandung protein, zat besi, kalsium, vitamin A, serta antioksidan yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan anak, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.

Namun, rendahnya minat konsumsi daun kelor pada anak menjadi tantangan tersendiri. Aroma dan tampilan yang kurang menarik membuat sayuran ini kerap dihindari.

Untuk mengatasi hal tersebut, daun kelor diolah menjadi menu yang lebih ramah anak dengan dikombinasikan bersama protein hewani.

“Daun kelor kaya nutrisi, tapi perlu diolah dengan tepat supaya anak-anak mau mengonsumsinya. Karena itu kami kombinasikan dengan ayam dalam bentuk rolade,” ujar Dr Ristina.

Kegiatan pengabdian ini tidak hanya mengenalkan produk, tetapi juga memberikan edukasi gizi kepada keluarga. Sasaran utama kegiatan adalah ibu rumah tangga yang memiliki peran penting dalam pengelolaan konsumsi pangan keluarga.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai keterampilan, mulai dari teknik mengolah daun kelor agar tidak beraroma langu, pembuatan rolade ayam kelor dan puding kelor, hingga strategi penyajian menu sehat yang menarik bagi anak.

Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian keluarga dalam menyediakan asupan gizi seimbang secara berkelanjutan dari bahan pangan lokal.

Selain berdampak pada kesehatan, inovasi rolade ayam kelor juga dinilai memiliki peluang ekonomi. Produk tersebut berpotensi dikembangkan menjadi usaha mikro berbasis pangan sehat, baik sebagai makanan siap saji, katering gizi, maupun produk unggulan desa.

“Kesadaran masyarakat terhadap makanan sehat terus meningkat. Jika dikemas dengan baik dan dipromosikan secara digital, produk berbasis kelor ini punya peluang besar menjadi unggulan UMKM lokal,” kata Dr Ristina.

Pihak Universitas Perjuangan Tasikmalaya melalui Fakultas Pertanian mengapresiasi inovasi dosen yang dinilai sejalan dengan program nasional percepatan penurunan stunting.

Kegiatan ini juga menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus komitmen kampus dalam menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan daerah.

Universitas Perjuangan Tasikmalaya terus mendorong pengembangan riset dan inovasi berbasis potensi lokal yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Melalui inovasi rolade ayam kelor, perguruan tinggi ini berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi Tasikmalaya yang lebih sehat dan berdaya saing, dengan pencegahan stunting yang dimulai dari dapur keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *