News

Janjian di Singaparna, Bayi 2 Bulan Diduga Diculik Pria Kenalan Medsos

50
×

Janjian di Singaparna, Bayi 2 Bulan Diduga Diculik Pria Kenalan Medsos

Sebarkan artikel ini

KAB.TASIK (CM) – Seorang ibu asal Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, melaporkan dugaan penculikan terhadap bayi laki-lakinya yang masih berusia dua bulan. Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh pria yang dikenalnya melalui media sosial.

Kejadian itu berlangsung di pelataran Masjid Besar Singaparna pada Senin siang. Korban berinisial WR (41) langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tasikmalaya.

Dalam keterangannya kepada polisi, WR menjelaskan penculikan bermula saat ia bertemu dengan terduga pelaku di kawasan Kaum Singaparna, sesuai janji yang sebelumnya dibuat.

“Kami janjian bertemu di Kaum Singaparna,” ujar WR saat dimintai keterangan, Jumat 6 Februari 2026.

WR mengaku tidak menaruh curiga karena sudah mengenal pelaku, meski hanya lewat media sosial. Bahkan, menurutnya, pria tersebut beberapa kali pernah datang ke rumahnya.

“Dia sudah beberapa kali datang ke rumah, jadi saya merasa kenal,” katanya.

Saat pertemuan itu, WR membawa bayinya yang masih berusia dua bulan. Pelaku kemudian meminta agar bayi tersebut diletakkan. Tanpa rasa curiga, permintaan itu dituruti.

“Dia menyuruh bayi saya diletakkan. Saya tidak curiga sama sekali,” tutur WR.

Namun, setelah bayi diletakkan di lantai teras masjid, pelaku secara tiba-tiba menggendong bayi tersebut dan berusaha pergi. WR sempat mencoba menahan, tetapi pelaku justru bersikap agresif.

“Saya mau menahan, tapi dia marah dan mengancam akan melempar bayi kalau saya teriak atau minta tolong,” ujarnya.

Karena takut ancaman itu benar-benar dilakukan dan membahayakan keselamatan sang bayi, WR terpaksa melepaskan. Pelaku kemudian membawa bayi tersebut menuju bus yang melintas di sekitar lokasi, diduga mengarah ke jalur Salawu menuju Garut.

WR mengaku sempat berniat mengejar pelaku hingga ke dalam bus. Namun niat itu diurungkan karena khawatir keselamatan anaknya terancam.

“Saya takut anak saya disakiti, jadi tidak berani mengejar,” katanya.

Usai kejadian, WR bersama keluarga sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun tidak membuahkan hasil. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tasikmalaya.

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya, IPDA Agus Yusup Suryana, membenarkan adanya laporan dugaan penculikan bayi tersebut.

“Benar, kami menerima laporan dugaan penculikan bayi berusia dua bulan. Pelapor merupakan ibu kandung korban dari Kecamatan Leuwisari,” kata Agus.

Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan intensif dan telah membentuk tim khusus untuk memburu terduga pelaku.

“Kami sudah membentuk tim untuk melakukan pendalaman dan pengejaran. Kami mohon dukungan dan doa masyarakat agar bayi tersebut segera ditemukan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *