News

Tanam Nasionalisme Sejak Dini, Unper Libatkan Ribuan Mahasiswa dalam PBN

63
×

Tanam Nasionalisme Sejak Dini, Unper Libatkan Ribuan Mahasiswa dalam PBN

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Sebanyak 1.011 mahasiswa baru Universitas Perjuangan (Unper) mengikuti kegiatan Pendidikan Bela Negara X (PBN) yang digelar di Lapangan Upacara Universitas Perjuangan, Selasa 3 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi agenda wajib bagi mahasiswa baru sebagai bagian dari pembentukan karakter di lingkungan kampus.

Pendidikan Bela Negara dirancang tidak hanya untuk menguatkan sisi akademik mahasiswa, tetapi juga menanamkan nilai perjuangan, nasionalisme, serta kesadaran berbangsa dan bernegara. Pihak universitas menegaskan, PBN merupakan bagian dari kurikulum pembentukan karakter yang harus diikuti seluruh mahasiswa.

Ketua Yayasan Universitas Siliwangi (YUS), Brigjen TNI (Purn) Eko Yulianto, mengatakan Pendidikan Bela Negara memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa bela negara merupakan tanggung jawab moral setiap warga negara.

Eko menilai nilai-nilai bela negara harus diinternalisasi sejak dini agar tertanam kuat dalam diri mahasiswa. Nilai tersebut meliputi kecintaan terhadap tanah air, kesetiaan kepada Pancasila, semangat berkorban, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.

“Bela negara bukan sekadar konsep. Ini adalah nilai yang harus hidup dalam diri mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Eko usai upacara pembukaan PBN.

Ia menambahkan, bangsa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mental tangguh. Karena itu, Pendidikan Bela Negara tidak bisa dipahami sebagai pendidikan militer semata.

Menurut Eko, PBN merupakan pendidikan nilai yang bertujuan membentuk warga negara yang siap menghadapi ancaman multidimensional, mulai dari ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan dan keamanan.

“Ancaman bangsa hari ini tidak lagi sebatas angkat senjata. Tantangannya jauh lebih luas, sehingga mahasiswa harus dipersiapkan sejak awal,” katanya.

Pelaksanaan Pendidikan Bela Negara dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pembelajaran di kampus, pelatihan, pembiasaan nilai, hingga sosialisasi yang berkelanjutan. Tahun ini, tercatat sebanyak 1.011 mahasiswa Unper mengikuti kegiatan tersebut.

Eko menegaskan, bagi mahasiswa yang belum mengikuti PBN pada tahun ini, maka wajib melaksanakannya pada tahun berikutnya. Kebijakan tersebut menjadi komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang berkarakter dan berjiwa nasionalisme.

“Kalau belum ikut tahun ini, tahun depan tetap wajib. Program ini akan terus berjalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eko menekankan pentingnya menanamkan nilai kejuangan dan integritas kepada mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. Ia menyoroti fenomena kepemimpinan saat ini yang dinilai masih minim keteladanan.

“Mahasiswa ini calon pemimpin. Kalau tidak dibekali jiwa kejuangan dan integritas, kita bisa melihat dampaknya, seperti maraknya korupsi,” tegasnya.

Ia juga menilai banyak pemimpin yang belum mampu memberikan contoh nyata kepada masyarakat. Menurutnya, kepemimpinan seharusnya ditunjukkan melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata.

Eko berharap penanaman nilai bela negara yang dipadukan dengan pembekalan agama mampu melahirkan pemimpin yang jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas.

“Output yang kita harapkan adalah pemimpin yang menyelesaikan masalah dengan keteladanan, bukan hanya retorika,” pungkasnya.

Melalui Pendidikan Bela Negara, Universitas Perjuangan menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *