KOTA TASIK (CM) – Kabar duka menyelimuti dunia olahraga Kota Tasikmalaya. Tokoh sentral pembinaan olahraga prestasi sekaligus Dewan Penasihat KONI Kota Tasikmalaya, Ii Somantri, meninggal dunia pada Selasa 3 Februari 2026.
Ii Somantri yang dikenal sebagai legenda hidup olahraga Tasikmalaya mengembuskan napas terakhir pada usia 79 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar olahraga, tidak hanya di Kota Tasikmalaya, tetapi juga di wilayah Priangan Timur.
Informasi wafatnya almarhum pertama kali diketahui melalui grup komunikasi para pegiat olahraga Kota Tasikmalaya. Kabar tersebut diunggah oleh salah satu kerabat dan dengan cepat menyebar luas di kalangan atlet, pelatih, serta pengurus cabang olahraga.
Pengurus KONI Kota Tasikmalaya Bidang Bina Prestasi, R. Diana Hidayat, membenarkan kabar duka tersebut.
“Kabar duka saya terima dari grup pegiat olahraga Kota Tasikmalaya yang diunggah oleh kerabat almarhum,” ujar Diana, Selasa (3/2/2026).
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai cabang olahraga, tokoh masyarakat, hingga insan pendidikan yang mengenal dekat sosok Ii Somantri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum wafat almarhum sempat menjalani perawatan medis selama beberapa hari di Rumah Sakit SMC Kota Tasikmalaya. Setelah kondisinya sempat membaik, Ii Somantri melanjutkan perawatan di rumah.
Namun, pada Selasa pagi, almarhum menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 08.10 WIB di kediamannya di Perum Ukis Bebedahan, Kota Tasikmalaya.
Jenazah Ii Somantri dimakamkan di TPU Cinehel, Kota Tasikmalaya, sekitar pukul 13.15 WIB. Prosesi pemakaman dihadiri keluarga, kerabat, tokoh olahraga, serta puluhan atlet dari berbagai cabang olahraga.
Semasa hidupnya, Ii Somantri dikenal sebagai sosok multitalenta di dunia olahraga dan pendidikan. Ia pernah menjadi pelatih bola voli, guru olahraga di sejumlah SMP dan SMA, serta menjabat sebagai Kepala SMA Pasundan Tasikmalaya.
Keterlibatannya yang panjang di dunia pendidikan dan olahraga membentuk karakter almarhum yang dikenal tegas, disiplin, namun memiliki kepedulian tinggi terhadap pembinaan generasi muda. Jejaring luas yang dimilikinya di tingkat daerah maupun provinsi menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan olahraga prestasi di Kota Tasikmalaya.
Hingga usia senja, komitmen Ii Somantri terhadap dunia olahraga tidak pernah surut. Ia masih aktif menghadiri berbagai kegiatan olahraga, memberikan masukan, motivasi, dan arahan strategis bagi atlet maupun pengurus cabang olahraga.
Ketua Pengurus Cabang PBVSI Kota Tasikmalaya, H. Oman Rohman, mengenang almarhum sebagai sosok yang berwibawa dan berpengaruh besar, khususnya di dunia bola voli.
“Beliau tokoh olahraga yang sangat berwibawa. Pertemuan terakhir saya dengan almarhum di GOR Dadaha, beliau masih memberikan motivasi yang kuat kepada anak-anak,” kata Oman Rohman.
Menurutnya, kehadiran Ii Somantri di lapangan selalu menghadirkan energi positif bagi para atlet muda.
Duka mendalam juga disampaikan Eri Jauhari, pengurus Cabang Olahraga Taekwondo Indonesia Pengda Jawa Barat. Ia menyebut Ii Somantri sebagai figur guru sekaligus pemikir tata kelola olahraga daerah.
“Saya merasa kehilangan. Beliau adalah guru saya. Inovasi tata kelola olahraga menjadi fokus utama beliau,” ujar Eri.
Ia mengungkapkan, almarhum merupakan penggagas Sistem Pengelolaan Olahraga Kota Tasikmalaya (SPORT), sebuah sistem yang menjadi tonggak pembenahan manajemen olahraga daerah, mulai dari pembinaan atlet, pendataan prestasi, hingga perencanaan jangka panjang.
Kepergian Ii Somantri bukan sekadar kehilangan seorang tokoh, melainkan kehilangan arsitek pembinaan olahraga yang menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan pengabdian.
Jejak pengabdiannya akan terus hidup melalui atlet-atlet yang pernah ia bina, sistem yang ia bangun, serta insan olahraga yang terinspirasi oleh keteladanannya.







