News

Antisipasi Lonjakan Mudik, KAI Terapkan Skema Pemesanan Tiket H-45

59
×

Antisipasi Lonjakan Mudik, KAI Terapkan Skema Pemesanan Tiket H-45

Sebarkan artikel ini

BANDUNG (CM) – Menjelang masa libur Lebaran 2026, pergerakan masyarakat antardaerah diperkirakan kembali meningkat. Tradisi mudik yang rutin berlangsung setiap tahun membuat kebutuhan transportasi publik melonjak, terutama pada moda kereta api yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat.

Merespons potensi lonjakan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mulai menyiapkan berbagai langkah antisipatif. Salah satunya dengan membuka penjualan tiket kereta api masa Angkutan Lebaran 2026 lebih awal melalui sistem pemesanan H-45 atau 45 hari sebelum jadwal keberangkatan.

Melalui kebijakan ini, pemesanan tiket sudah dapat dilakukan mulai 25 Januari 2026 untuk perjalanan kereta api dengan jadwal keberangkatan pertama pada 11 Maret 2026. Skema tersebut diharapkan memberi ruang bagi calon penumpang untuk menyusun rencana perjalanan secara lebih matang.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan bahwa sistem pemesanan H-45 tidak hanya memudahkan pelanggan, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen pengendalian arus penumpang selama periode angkutan Lebaran. Dengan waktu pemesanan yang lebih panjang, distribusi penumpang diharapkan tidak menumpuk pada tanggal-tanggal tertentu.

Menurut Kuswardojo, pengalaman penyelenggaraan angkutan Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa perencanaan sejak dini berpengaruh besar terhadap kelancaran operasional. Calon penumpang pun memiliki lebih banyak pilihan jadwal, rute, dan kelas layanan sesuai kebutuhan masing-masing.

Penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 dilakukan secara bertahap mengikuti tanggal keberangkatan. Pada 25 Januari 2026, tiket untuk keberangkatan 11 Maret mulai tersedia. Selanjutnya, penjualan dibuka setiap hari untuk keberangkatan berikutnya hingga 1 April 2026, dengan jadwal penjualan terakhir pada 15 Februari 2026.

Dengan pola tersebut, masyarakat diimbau untuk mencermati tanggal pemesanan agar tidak tertinggal kesempatan mendapatkan tiket, baik untuk perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran.

Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap tiket Lebaran, KAI Daop 2 Bandung juga mengingatkan pentingnya melakukan pembelian melalui kanal resmi. Langkah ini dinilai krusial untuk menghindari risiko penipuan dan pungutan biaya di luar ketentuan.

Adapun kanal resmi penjualan tiket meliputi aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, Contact Center KAI 121, mitra penjualan resmi, serta agen perjalanan daring yang telah bekerja sama dengan KAI. Masyarakat diminta tidak tergiur tawaran tiket dari pihak tidak bertanggung jawab, terutama yang beredar melalui media sosial atau jalur tidak resmi.

Sebagai moda transportasi massal, kereta api masih menjadi pilihan favorit saat mudik Lebaran karena dinilai aman, nyaman, serta memiliki kepastian jadwal. Dengan pembukaan penjualan tiket lebih awal, KAI berharap masyarakat dapat mengatur perjalanan dengan lebih baik sekaligus mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *