News

KAI Bandung Ingatkan Bahaya Terobos Perlintasan, 5 Orang Tewas Sepanjang 2025

65
×

KAI Bandung Ingatkan Bahaya Terobos Perlintasan, 5 Orang Tewas Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini

BANDUNG (CM) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung kembali mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang kereta api. Pengguna jalan diminta menghentikan kendaraan sejenak, memperhatikan kondisi sekitar, serta memastikan jalur aman sebelum melanjutkan perjalanan.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan keselamatan di perlintasan sebidang bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Namun, ia mengakui sebagian besar kecelakaan masih disebabkan oleh pelanggaran pengguna jalan yang mengabaikan rambu dan sinyal peringatan.

Sepanjang tahun 2025, KAI Daop 2 Bandung mencatat sebanyak 14 kejadian temperan di perlintasan sebidang. Dari jumlah tersebut, 11 kejadian melibatkan kendaraan roda dua dan tiga kejadian melibatkan kendaraan roda empat.

Dampak dari kecelakaan tersebut terbilang serius. Tercatat 13 orang menjadi korban, dengan rincian lima orang mengalami luka ringan, tiga orang luka berat, dan lima orang meninggal dunia. Data ini menunjukkan bahwa pelanggaran di perlintasan sebidang berpotensi menimbulkan risiko fatal.

Kuswardojo menjelaskan, kereta api memiliki jarak pengereman yang panjang dan tidak dapat berhenti secara mendadak. Oleh karena itu, sesuai ketentuan yang berlaku, setiap pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang.

Untuk menekan angka kecelakaan, KAI Daop 2 Bandung bersama para pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah pencegahan sepanjang 2025. Upaya tersebut meliputi sosialisasi keselamatan langsung kepada masyarakat di sekitar jalur kereta dan ruang publik, serta kampanye keselamatan di perlintasan dengan tingkat lalu lintas tinggi.

Selain itu, edukasi keselamatan juga dilakukan di lingkungan sekolah guna menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini. KAI Daop 2 Bandung juga telah menutup 29 perlintasan sebidang tidak terjaga di wilayah operasionalnya untuk mengurangi potensi kecelakaan.

Sosialisasi turut dilakukan melalui berbagai kanal media agar pesan keselamatan menjangkau lebih luas. Menurut Kuswardojo, seluruh langkah tersebut akan optimal jika dibarengi dengan kesadaran masyarakat.

“Kami terus berupaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Namun keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat, khususnya saat melintasi perlintasan sebidang,” ujarnya.

KAI Daop 2 Bandung kembali mengajak masyarakat untuk tidak menerobos palang pintu, tidak mengabaikan sinyal peringatan, dan selalu mengutamakan perjalanan kereta api. Menurutnya, berhenti sejenak sebelum melintas adalah langkah sederhana yang dapat menyelamatkan nyawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *