KAB TASIKMALAYA ( CM ) – Buntut perusakan dan upaya pembakaran baliho Habib Riziq Syihab yang dilakukan oleh gerombolan LSM yang mengatasnamakan dirinya penyelamat NKRI di depan Gedung DPR RI beberapa waktu lalu, tak hanya mengundang reaksi besar umat Islam yang mengharapkan ketegasan aparat dalam menindak para pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku, juga kini kian marak pemasangan baliho ukuran besar Imam Besar Umat Islam ini di berbagai daerah.
Salah satunya yang dilakukan oleh sejumlah laskar DPW FPI Kab Tasikmalaya, yang memasang baliho Habib Riziq di alun alun Singaparna Kab Tasikmalaya, Senin ( 03/08/2020 ).
Selain pemasangan baliho, umat Islam di bawah Pimpinan Ketua Tahpidnya KH. Muhamad Sofyan Anshori inipun menggelar orasi dan mengajak umat Islam, serta masyarakat sekitar untuk tidak terpengaruh isu-isu adu domba ala PKI yang kerap digaungkan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menjatuhkan martabat serta kehormatan umat Islam.
Menurut Ustad KH. Muhamad Anshori, pemasangan baliho ini adalah wujud soliditas dan ketadhiman umat Islam terutama organisasi FPI terhadap Habib Riziq Sihab, yakni dalam rangka menjelang Milad ke-22 FPI.
“Ya, ini sebagai wujud kepedulian kami terhadap organisasi yang Insya Allah akan milad pada bulan Agustus ini, dan ini juga sebagai bentuk tadhim kami terhadap imam besar kami dan umat Islam yang selalu mendapat penistaan dan penodaan oleh kelompok-kelompok tertentu,” jelas KH. Muhamad Anshori.
Dalam hal lain, lanjutnya, Pengasuh Pontren Al MUbarroq Sukamanah Singaparna ini juga meminta ketegasan aparat dalam memberikan rasa keadilan dalam proses hukum bagi para penista agama dan ulama, tak hanya sebagai lips service belaka, dirinya melihat ada kejanggalan dari aksi-aksi yang kerap menyeret IB ( Imam Besar – red ) kedalam isu radikalisme dan intoleransi.
“Habib Riziq tidak pernah melakukan korupsi dan menghabiskan uang negara. Habib Riziq tak pernah minta jabatan apapun, yang dia perjuangkan hanya ketegasan pemerintah dalam menangani amar maruf dan nahyi mungkar, apa salah? sementara banyak koruptor yang menghabiskan uang negara, banyak aksi maksiat dan pelacur jabatan, mereka seakan tak peduli? kan aneh, ” pungkasnya. (DZM)







