News

Fenomena Kerajaan Baru Diduga Akan Pecah Belah Umat

396
×

Fenomena Kerajaan Baru Diduga Akan Pecah Belah Umat

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIKMALAYA (CM) – Munculnya fenomena kerajaan yang tidak jelas asal usulnya sempat mengegerkan jagat raya baru-baru ini, diantaranya, Kerajaan Keraton Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah dan Empire Sunda di Bandung. Tak hanya menjadi tugas institusi terkait.

Tak heran jika Ketua Lembaga Independen Tradisi, Adat, Sejarah dan Budaya Nusantara sekaligus mantan, Kapolda Jawa Barat Purnawirawan Irjen Pol Anton Charliyan angkat bicara, munculnya fenomena kerajaan yang sempat mengegerkan jagat raya baru-baru ini diduga akan memecah belah NKRI.

Menurut ia, anehnya fenomena kerajaan abal-abal dimunculkannya hampir bersamaan. Apalagi isu ini muncul setelah mereda isu terkait agama yang sempat ramai dan banyak menyita perhatian kalangan masyarakat luas.

“Munculnya fenomena kerajaan gak jelas itu keliatannya telah didesain bertujuan untuk memecah belah kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), padahal kita sudah sepakat sejak tahun 1945 membangun sebuah Negara yakni NKRI. Tidak ada lagi negara di atas negara, apapun bentuknya,”jelas Anton ditemui di kediamannya, di Jalan Kapten Naseh Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jumat (17/01/2020).

Ia mengatakan, memunculkan kerajaan tidak jelas akan menimbulkan dampak besar bagi negara. Tetapi jika munculnya soal budaya bisa ke arah yang lebih bermanfaat seperti melestarikan budaya tanpa memunculkan tatanan pemerintahan baru.

“Keberagaman budaya akan memberi keuntungan lebih besar kepada negara ini karena bisa dijadikan kekuatan destinasi wisata untuk menarik pengunjung luar Negeri. Jangan sampai mendirikan Negara di dalam Negara berkedok mempertahankan budaya karena, kita selama ini sudah sepakat bahwa kerajaan kita adalah berbentuk republik yaitu Republik Indonesia,” ujarnya

Ia menyebut, pemerintah harus segera mencari dalang atau orang yang menghembuskan isu kerajaan tersebut dan meminta kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dengan munculnya kerajaan yang selama ini bermunculan dan mengiming-imingi kesejahteraan melalui gaji besar.

“Mencari aktor intelektual yang menghembuskan isu tersebut harus menjadi agenda utama aparat yang berwenang karena kemunculan mereka jelas-jelas telah mengganggu kedaulatan bangsa. Apalagi seperti simbol yang dimunculkan oleh kelompok impire Sunda dekat di Bandung tersebut tidak ada hubungan dan kaitannya sama sekali dengan sejarah Sunda,” ujarnya.

Lagi-lagi, lanjut Anton, motifnya masalah ekonomi dengan mengiming-imingi pengikut dengan harta yang melimpah, dengan dalih ada uang kerajaan di luar negeri dengan jumlah unlimited.

“Bahkan bisa saja iming-iming ini ke arah penipuan yang telah mengganggu ketertiban umum dan ini bisa dirumuskan secara signifikan terutama oleh penegak hukum,” pungkasnya. (Edi Mulyana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *