News

Keunikan Lain Dibalik Misteri Kawah Ratu dan Tangkuban Parahu

425
×

Keunikan Lain Dibalik Misteri Kawah Ratu dan Tangkuban Parahu

Sebarkan artikel ini
Keunikan lain Dibalik Misteri Kawah Ratu dan Tangkuban Parahu

BANDUNG BARAT (CM) – Gunung Tangkuban Parahu yang identik dengan legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi ini, menonjolkan panorama alamnya. Menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjungnya. Terletak di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, nampaknya destinasi wisata di kawasan Lembang ini masih perlu berbenah diri.

Kecantikan alam yang menjadi modal utamanya, tentu harus menjadi motivasi bagi Pemerintah Daerah agar bisa bekerja secara maksimal untuk menata sektor pariwisatanya.

Nurlela, Direktur Keuangan SDM Tangkuban Parahu, menyebutkan, keunikan di tempat ini.  “Kadang kabut yang menyelimuti seluruh area turun, tapi beberapa menit kemudian naik lagi dan kemudian reda. Di sini juga terdapat banyak kawah, ada kawah ratu, kawah domas, kawah upas, dan kawah baru,” paparnya, Rabu (04/07/2018).

Ia pun menjelaskan bahwa kalau pengen lihat kawah domas harus turun ke bawah dan uniknya di sana kita bisa rebus telur. Telur yang direbus di kawah domas itu hasilnya nonkolesterol, sedangkan jarak tempuh ke kawah domas sekitar 1,2 km.

“Kebanyakan turis mancanegara yang berasal dari Arab, Singapura dan Malaysia.  Eropa juga ada, tapi tidak sebanyak dari Arab. Kalau turis lokal biasanya berasal dari Jakarta, luar pulau Jawa pun banyak,” sambungnya.

Nurlela juga mengucapkan selamat kepada Bupati KBB yang baru. Dirinya berharap bupati yang baru nanti akan punya solusi untuk masalah kemacetan dan lebih memperhatikan keamanan di KBB agar nyaman dikunjungi turis domestik maupun turis mancanegara.

Ia berharap nanti ada jalan alternatif dari Cisarua atau Parongpong tanpa melewati jalanan macet Setiabudi.

Julia, salah seorang pengunjung asal Medan, mengaku senang berkunjung ke Tangkuban Parahu. Pasalnya, di sini orangnya ramah-ramah.

Hal senada diungkapkan pengunjung asal Bekasi. Ia sengaja ke Tangkuban Parahu untuk tujuan berlibur. “Saya untuk sampai ke sini pilih transportasi kereta api,” terangnya.

Faktanya, masih banyak PR pemerintah yang harus dibenahi. Terlebih masalah infrastruktur jalan, transportasi, dan pelayanan publik. Karena jika tidak diolah dengan baik, keindahan sektor pariwisata belum bisa mendongkrak roda perekonomian masyarakat secara signifikan. (Intan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *