Soal KB, Pemkot Tasik Ajak Tingkatkan Kualitas

KOTA TASIKMALAYA (CAMEON) – Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengatakan, kader Keluarga Berencana (KB) ke depan harus menjadi keluarga yang profesional dan berkualitas.

Menurutnya, pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menerapkan program KB sudah tidak berbicara lagi kuantitas penduduk, melainkan kualitas, baik kualitas kependudukan, sumber daya manusia, maupun pendidikan yang disesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi.

“Artinya, keberhasilan itu sudah dibuktikan dengan rasio kuantitas. Sebelumnya, pertumbuhan penduduk Kota Tasikmalaya mencapai 1,13 persen. Namun, di tahun 2017 sektor kuantitas berada di angka 0,2,” sebut Budi ditemui usai membuka acara pembinaan tenaga lini lapangan dan kader KB tingkat Kota di Gedung Serbaguna Bale Kota Tasikmalaya, Senin(04/12/2017).

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, S Teguh Santoso, menyebutkan isu program KB harus terus disosialisasikan kepada masyarakat. Menurutnya, program KB tidak hanya menyangkut alat kontrasepsi MOP, Pasektomi, Inflan saja, tetapi juga berkaitan dengan kependudukan dan juga kelahiran.

Sementara, katanya, jumlah penduduk di Provinsi Jabar mencapai 46,70 juta jiwa. Itu artinya jumlah penduduk di Provinsi Jabar tertinggi di Indonesia.

Ia merasa untuk Kota Tasikmalaya sudah cukup ideal, walaupun jumlah penduduk dan kedatangan tidak menuntut kemungkinan akan bertambah dan berpengaruh.

“Artinya pemerintah harus mewaspadai dan mampu mengendalikan angka kelahiran ketika orang datang dan menetap di kota Tasikmalaya,” pungkasnya. (Edi Mulyana)

Print Friendly, PDF & Email