Nyinyir aksi reuni damai 212 di medsos netizen dikecam tokoh ormas islam di Tasikmalaya.

TASIKMALAYA (CAMEON) – Aksi damai reuni 212 di pelataran monas Sabtu 02 Desember 2017 memang banyak menaruh simpati umat Islam di seluruh Indonesia, namun tak sedikit juga mereka yang merasa nyinyir dengan aksi jutaan umat Islam ini.

Di Tasikmalaya sendiri ternyata aksi damai yang notabene banyak diikuti oleh mujahid yang ingin bersilaturahmi ini tak luput dari orang-orang yang tidak suka ukhuwah umat ini.

Sebut saja akun M Ihsan Nurul Maky, dia merepost salah satu netizen atas nama Sumanto Al Qurtuby yang menyampaikan kalimat nyinyir dari peserta aksi yang tengah istirahat di masjid Istiqlal.

Postingan ini direpost oleh M Ihsan Nurul Maky dengan kalimat ” Alumni pesantren kilat monas university ” dan di share di grup kabar Pilkada di Medsos Facebook.

Tentu saja postingan Maky ini dikecam sejumlah netizen dan para tokoh muda ormas Islam di Kota Tasikmalaya. Abu Hazmi dari Almumtaz menyayangkan postingan anggota Bazis Kab Tasikmalaya ini.

” [4/12 21:47] Abu Hazmi: Menurut saya dia itu, memperlihatkan kerendahan akhlak dan intelektualitas dia..
[4/12 21:48] Abu Hazmi: Klo orang terpelajar atau santri ga mungkin seperti itu… ” ujarnnya.

Sementara itu, ketua Forum Pengajian Imam Syafi’i (FPIS ) – Mangkubumi lebih tegas mangatakan.

“KALAU MEREKA MASIH MENGANGGAP KAMI MUKMIN TIDAK SEPANTASNYA MEREKA MENGOLOK OLOK KAMI

KALAU MEREKA MENGHINA DAN MENGOLOK OLOK KAMI KARENA MENGANGGAP KAMI BUKAN LAGI MUKMIN, MAKA JELAS SIAPA YANG TAKFIRI???

SIAPA PEMICU PERPECAHAN ??
SIAPA YG INTOLERAN ?? ” tegasnya.

Abu Maky sendiri dikalangan para nahdiyin sepuh di Kab Tasikmalaya banyak dikecam karena langkahnya yang selalu keluar dari rel seorang muslim dan cenderung kerap membuat permasalahan dengan ormas Islam.

“Para Kiyai sepuh kerap menyayangkan langkah dia yang selalu bertentangan,” ujar salah seorang tokoh muda yang identitasnya minta dirahasiakan.

Sejatinya sebagai sesama muslim merekatkan tali ukhuwah dan silaturahmi di antara sesama muslim sehingga muslim di Indoneaia lebih kuat bukan malah membuat provokasi di medsos dengan kalimat yang tak sepantasnya. ( red-1)

Print Friendly, PDF & Email