Inilah Alasan Petani Keluhkan Kartu Tani

KOTA TASIKMALAYA (CM) – Adanya kartu tani, para petani malah mengeluh. Yesi Susan (43), salah satu pengguna kartu tani asal Indihiang, mengaku, menggunakan kartu tani tak semudah manual.

“Ribet, mesti menunggu mesin penggeseknya on, baru bisa dipergunakan,” ungkapnya, Jumat (12/01/2018).

Yesi mencontohkan pada saat pengambilan pupuk, satu gesekan hanya untuk satu jenis pupuk. “Mending kalau lancar, kalau lagi error sulit juga. Mending kalau pupuk yang dibutuhkannya cuma satu item, kalau lebih dari satu item menghambat juga. Apalagi satu gesekan hanya bisa satu item, misalkan kalau butuh 3 item berarti musti tiga kali gesekan. Itukan ribet menghambat waktu. Biasanya gerak cepat, sekarang tidak, itu salah satu kendalanya,” ungkapnya.

Ia menuturkan teknik manual lebih nyaman, mudah, cepat dan tidak menyita waktu. “Tidak harus menghapal nomor pin, tinggal tulis cukup pake satu bon. Walau lebih dari satu item tapi cepat penyelesaiannya. Jadi gak ada kendala,” keluhnya.

Selain itu, kata Yesi, kartu yang digunakan tidak bisa melayani semua pupuk subsidi yang dibutuhkan, seperti pupuk urea.

Ia mengaku, sudah beberapa kali melakuan transaksi pengambilan menggunakan mesin kartu tani, tetapi pupuk urea yang dibutuhkan masih tetap tidak bisa didapatkan.

“Kalau pupuk NPK, pupuk SP36 bisa didapatkan. Namun, urea tidak bisa. Perlu diketahui, yang merasakan kendala ini bukan hanya saya, tetapi petani yang lainnya pun mengalami kendala yang sama,” pungkasnya. (Edi Mulyana)