Disnaker Imbau Perusahaan Tak Berhak Larang Karyawannya Berjilbab

KOTA TASIKMALAYA (CAMEON) – Plt. Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Eddy Sumardi, mengimbau perusahaan tidak berhak melarang karyawannya berjilbab di tempat kerja.

“Jika pihak perusahaan masih tetap membandel melarang perempuan berjilbab di saat bekerja, itu artinya perusahaan tidak menaati Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2014, yaitu pedoman tentang tata nilai,” ujarnya di Bale Kota, Selasa (05/12/2017).

Menurutnya, semua perusahaan yang ada di Kota Tasikmalaya harus menaati peraturan. “Walaupun perusahaan punya peraturan sendiri, tetapi harus tetap menaati peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” tandasnya.

Jika mereka masih tetap membandel, kita akan berikan sanksi berupa teguran tertulis. Apabila tidak diindahkan maka tindakan tegas pun akan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Kota Tasikmalaya.

Apalagi, katanya, bagi seorang muslim perempuan bahwa berjilbab itu hukumnya wajib karena termasuk aurat. Terkecuali tidak berjilbab atas keinginannya sendiri. Namun, perusahaan harus tetap mengingatkannya.

Pihak Dinas Tenaga Kerja, dalam waktu dekat, berencana akan melakukan monitoring ke setiap perusahaan. Apabila masih ditemukan ada perusahaan yang melarang perempuan berjilbab, pihaknya akan memberikan pembinaan khusus. (Edi Mulyana)

Print Friendly, PDF & Email