Dari Monas Ulama Ajak Umat Islam Gelar Gerakan Subuh Berjamaah dan Tetap Bersatu

JAKARTA (CAMEON) – Mengulang kesuksesan dalam mengikat umat Islam dalam ukhuwah islamiah pada tahun 2016 lalu, jutaan umat islam kembali menyemut dengan pakaian putih dan bendera tauhid memadati pelataran monas membludak hingga jalan jalan raya pada 02 Desember 2017.

Reuni dan Maulid akbar yang digagas GNPF MUI ini dihadiri langsung sejumlah tokoh agama tokoh nasional dan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Anis Baswedan dan Sandiago.

Ustad Alkhotot pun didaulat untuk mendeklarasikan gerakan subuh berjamaah yang diikuti oleh jutaan umat yang hadir.

Dari arab saudi melalui video streaming Habib Riziq mengharapkan agar umat selalu bersatu untuk melawan para kaum munafiq dan kafir yang tidak ingin umat Islam bersatu.

“Mari kita tancapkan tekad dqn istiqomah untuk tetap bersatu dan tidak terpecah belah dalam menegakan agama Allah SWT, karena tipu daya setan dan sekutunya serta musuh musuh Allah dan Rasulnya sangat lemah maka kekuatan yang paling hakiki adalah bersatunya umat islam,” tegas habib.

Habib juga menambahkan bahwa NKRI bersyariah adalah yang bisa melindungi semua umat agama yang berlandaskan pancasila dan UUD 45. NKRI syariah adalah yang mebangun pribumi menjadi warga yang sangat terhormat dan NKRI Syariah adalah yang menegakkan keadilan dalam hukum dan memberantas Korupsi di Indonesia.

KH Misbahul Anam Ketua Panitia Maulid Agung dan reuni 212 mengatakan bahwa agenda reuni dan maulid agung ini adalah ruh dan spirit dari mujahid 212 2016 sebagai media pemersatu umat dari berbagai elemen dan ormas islam, bahwa agenda inipun dijamin berjalan lancar dan damai.

Sementara itu, UBN atau Ustad Bahtiar Nasir yang merupakan Ketua GNPF MUI menegaskan bahwa yang paling penting dari umat sekarang adalah silaturahmi karena hilang makna silaturahmi maka hilang pula makna ukhuwah.

“Jika kemarin santer dakwah saya di tolak banser dan anshor itu semua karena salah saya, saya mungkin jarang silaturahmi karena walau bagaimanapun juga kedua ormas ini adalah saudara kita yg membangun bangsa ini, intinya perkuat silaturahmi,” tegas UBN.

Pukul 11.30 WIB jutaan umat pun bubar dan kembali ke daerah masing masing dengan tanpa meninggalkan sampah sedikit pun di pelataran monas ini. (dzm)

Print Friendly, PDF & Email